Pada minggu sebelumnya, saya telah membahas mengapa Cilacap dapat dijuluki kota industri. Maka dari itu pada kesempatan kali ini saya akan membahas salah satu sektor industrinya yaitu di sektor perminyakan. Seperti yang kita ketahui jika di Cilacap sejak zaman kolonial telah dibangun kilang-kilang minyak yang digunakan sebagai media eksplorasi minyak yang dilakukan oleh Bangsa Belanda. Kilang ini sejak zaman dahulu telah menjadi pasokan minyak bumi nasional yang berada di tanah Jawa.
Salah satu bukti keberadaan minyak di Cilacap yaitu dengan berdirinya Pertamina RU IV Cilacap. Dikutip dari laman resmi milik Pertamina RU IV Cilacap, badan usaha milik negara ini merupakan salah satu dari 7 jajaran unit pengolahan di tanah air, yang memiliki kapasitas produksi terbesar yakni 348.000 barrel/hari, dan terlengkap fasilitasnya. kilang ini bernilai strategis karena memasok 60% kebutuhan BBM di Pulau Jawa. Selain itu, kilang ini merupakan satu-satunya kilang di tanah air saat ini yang memproduksi aspal dan base oil untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur di tanah air.
Di kilang minyak yang berada di daerah tersebut juga telah mengaplikasikan sistem pembaharuan kembali atau revitalisasi kembali kilang minyak yang tujukan agar Pertamina dapat menjaga ketahanan energi nasional. Dengan diterapkannya sistem ini maka akan terjadi kenaikan produksi minyak dan bertambahnya cadangan minyak akibat kilang minyak yang mengaplikasikan sistem revitalisasi ini akan dapat di drilling kembali walaupun sempat terhenti karena diduga sumber minyak pada kilang tersebut telah habis. dengan sistem ini, cadangan minyak yang ada di lapisan bumi terdalam akan naik ke permukaan sehingga minyak yang muncul kembali dapat diolah oleh Pertamina RU IV Cilacap.
Demikian adalah sedikit pemaparan tentang potensi-potensi Cilacap pada sektor industri perminyakan. Sekian dari saya, terima kasih telah membaca blog ini. Semoga bermanfaat :)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar