Jumat, 02 Agustus 2019

Potensi Minyak Cilacap

Pada minggu sebelumnya, saya telah membahas mengapa Cilacap dapat dijuluki kota industri. Maka dari itu pada kesempatan kali ini saya akan membahas salah satu sektor industrinya yaitu di sektor perminyakan. Seperti yang kita ketahui jika di Cilacap sejak zaman kolonial telah dibangun kilang-kilang minyak yang digunakan sebagai media eksplorasi minyak yang dilakukan oleh Bangsa Belanda. Kilang ini sejak zaman dahulu telah menjadi pasokan minyak bumi nasional yang berada di tanah Jawa. 


Salah satu bukti keberadaan minyak di Cilacap yaitu dengan berdirinya Pertamina RU IV Cilacap. Dikutip dari laman resmi milik Pertamina RU IV Cilacap, badan usaha milik negara ini merupakan salah satu dari 7 jajaran unit pengolahan di tanah air, yang memiliki kapasitas produksi terbesar yakni 348.000 barrel/hari, dan terlengkap fasilitasnya. kilang ini bernilai strategis karena memasok 60% kebutuhan BBM di Pulau Jawa. Selain itu, kilang ini merupakan satu-satunya kilang di tanah air saat ini yang memproduksi aspal dan base oil untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur di tanah air.


Di kilang minyak yang berada di daerah tersebut juga telah mengaplikasikan sistem pembaharuan kembali atau revitalisasi kembali kilang minyak yang tujukan agar Pertamina dapat menjaga ketahanan energi nasional. Dengan diterapkannya sistem ini maka akan terjadi kenaikan produksi minyak dan bertambahnya cadangan minyak akibat kilang minyak yang mengaplikasikan sistem revitalisasi ini akan dapat di drilling kembali walaupun sempat terhenti karena diduga sumber minyak pada kilang tersebut telah habis. dengan sistem ini, cadangan minyak yang ada di lapisan bumi terdalam akan naik ke permukaan sehingga minyak yang muncul kembali dapat diolah oleh Pertamina RU IV Cilacap.


Demikian adalah sedikit pemaparan tentang potensi-potensi Cilacap pada sektor industri perminyakan. Sekian dari saya, terima kasih telah membaca blog ini. Semoga bermanfaat :)

Sabtu, 27 Juli 2019

Cilacap Kota Industri


Cilacap dijuluki sebagai salah satu kota industri yang berada di tanah Jawa. Hal ini dikarenakan banyak aspek-aspek pendukungnya yaitu seperti sumber daya alam yang memadahi dan letaknya yang strategis. Bapak Presiden Jokowi ketika berkunjung ke kota ini juga sempat berbincang dengan Bapak Bupati Cilacap yaitu Tatto Suwarto Pamuji mengenai rencana pemerintah untuk menjadikan kota ini menjadi Kawasan industri strategis nasional yang berada di Pulau Jawa. Rencana ini mencangkup pembentukan Kawasan Cilacap menjadi wilayah ekonomi khusus dan industri nasional.




Upaya pemerintah untuk merealisasikan rencana besar ini yaitu dengan mulai membangun jalan tol pada tahun 2019 yang akan menghubungkan  Cilacap -Tasik, Cilacap - Tegal, dan Cilacap -Yogyakarta. Alasan pemerintah optimis untuk merealisasikan rencana ini yaitu karena pemerintah yakin jika tujuan ini akan berhasil dan berjalan sesuai target. Hal ini dikarenakan Cilacap memiliki faktor-faktor pendukung terbentuknya kota industri yaitu seperti adanya dua pembangkit listrik dengan kapasitas daya energi yang cukup besar, selain itu adanya sumber daya minyak juga menjadi faktor pendukung berkembangnya industri di kota ini. Pembangunan pelabuhan internasional juga telah dilaksanakan di garis pantai Cilacap, hal ini dapat mendukung jalur perdagangan baik nasional maupun internasional.





Bank Jateng juga siap membantu pemerintah dalam merealisasikan rencana baik tersebut. Bank jateng akan membantu pembangunan infrastruktur dengan bantuan finansial sesuai dengan keanggupannya dan Bank Jateng pun siap melayani pemerintah untuk mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur yang direncanakan.

Sabtu, 20 Juli 2019

Wisata Pulau Nusakambangan Kabupaten Cilacap


Pada minggu lalu, saya telah memberikan beberapa rekomendasi cemilan khas Cilacap. Tidak lengkap rasanya jika tidak membahas perihal wisata lokal yang berada di daerah ini. Kali ini saya akan mengenalkan suatu objek wisata yang menjadi tempat favorit saya yaitu Pulau Nusakambangan. Mungkin bagi sebagaian orang yang mendengar nama tempat ini langsung terbayang tentang penjara. Iya sih memang tidak salah, karena pulau ini memang digunakan sebagai tempat pengeksekusian tersangka yang terbukti bersalah dan dikenakan hukuman mati atau dipenjara seumur hidup. Namun, dibalik mencekamnya sisi Nusakambangan ada spot-spot yang wajib untuk dikunjungi jika kalian berlibur ke Cilacap dan mampir ke pulau ini.

Keunikan dari pantai Nusakambangan yaitu pasirnya yang putih bersih dan warna air lautnya yang biru. Di pinggir pantai juga masih terdapat monyet-monyet liar yang suka berkeliaran karena dekat dengan habitatnya. Untuk sampai ke tempat ini, kalian harus menempuh perjalanan selama 30 menit dari pusat kota Cilacap. Pulau ini memiliki luas sekitar 121 km² dan dihuni oleh sekitar 3000 jiwa (pegawai lapas dan keluarganya) serta ratusan narapidana.

Pantai ini memiliki daya tarik tersendiri selain dengan warna pasir pantainya yang putih bersih, di Nusakambangan sendiri juga terdapat puing-puing bangunan peninggalan bangsa kolonial Belanda pada masa penjajahan dulu. Pulau ini memiliki pantai-pantai yang cantik seperti Pantai Kali Kencana, Pantai Selok Pipo, Pantai Kalipat, dan Pantai Karang Bandung. Berikut foto-foto dari pantai yang telah saya sebutkan:

1. Pantai Kali Kencana



     2. Pantai Selok Pipo




     3. Pantai Kalipat



   4. Pantai Karang Bandung




Demikian adalah spot-spot pantai yang berada di Pulau Nusakambangan, tempat tersebut merupakan tempat yang paling saya rekomendasikan bagi kalian yang akan berlibur ke daerah ini. terima kasih sudah membaca, sampai jumpa di artikel saya selanjutnya...



Kamis, 11 Juli 2019

Uniknya Bahasa Daerah Cilacap

Seperti yang kita ketahui jika bahasa "ngapak" merupakan akronim dari wilayah yang mencangkup Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Kebumen. Karena adanya faktor letak geografis yang berdekatan, maka pada daerah tersebut memiliki kemiripan dalam segi aksen bahasa yang digunakan oleh masyarakatnya. Letak geografis yang berdekatan membuat masyarakat mudah untuk melakukan mobilisasi antar daerah yang menjadikan tercampunya aksen bahasa antar daerah BARLINGMASCAKEB (Kab. Purbalingga, Kab. Cilacap, Kab. Banyumas, Kab. Kebumen). Selain karena faktor geografis, kemiripan budaya yang terdapat disana juga merupakan salah satu pendukung miripnya aksen bahasa antar wilayah tersebut.

Aksen ngapak yang dimiliki oleh Kabupaten Cilacap sendiri berbeda dengan aksen yang dimiliki oleh daerah lainnya. Cilacap sendiri, aksen ngapaknya lebih kental karenya pada beberapa suku kata terdapat pemanjangan pelafalannya atau pengucapannya. Sedangkan dari segi aksennya lebih lambat ketika mereka mengucapkan kata-katanya. 

Sebagai contoh bahasa ngapak yaitu:
1. Kamu sudah makan atau belum? = Koe wis madang urung?
2. Mau pergi kemana? = Arep lunga ngendi?
3. Bukunya bagus = Bukune apik
4. Bagaimana kabarnya? = Kepriwe kabare?
5. Mau pulang kapan? = Arep bali kapan?

Berikut ini video yang saya ambil dari Youtube yang menerangkan dan mencotohkan dialek ngapak yang sering dipakai di Kabupaten Cilacap:

source: https://youtu.be/99NDJ6YqbXE

Kamis, 04 Juli 2019

3 Rekomendasi Makanan Khas Cilacap Yang Pas Dijadikan Oleh-oleh


Berbicara soal kota Cilacap, belum lengkap rasanya jika tidak membicarakan perihal makanan khasnya. Jadi pada kesempata kali ini saya akan memberikan 3 (tiga) rekomendasi jenis makanan khas cilacap yang cocok untuk dijadikan oleh-oleh atau buah tangan ketika anda menggunjungi kota ini. Dibaca sampai habis ya…


1.      Kerupuk Tengiri
Seperti yang tertera pada Namanya, krupuk ini berbahan dasar ikan tengiri. Kerupuk tengiri menjadi salah satu makanan khas Cilacap dikarenakan di Cilacap sendiri memiliki daerah bagian laut yang banyak terdapat ikan tengiri, para nelayan juga banyak yang mengais rezeki dengan mengolah ikan tersebut menjadi kerupuk. Makanan ini menggunakan bahan-bahan seperti tepung sagu, air, soda kue, garam, gula, penyedap rasa, dan juga ikan tengiri sebagai bahan utama. Bentuk dari kerupuk tengiri khas Cilacap berbeda dengan kerupuk tengiri pada umumnya yang berbentuk bulat pipih. Kerupuk tengiri khas Cilacap berbentuk bulat dan agak kotak, dalam segi rasanya juga lebih gurih dan renyah. Warnanya juga terlihat lebih coklat daripada krupuk tengiri biasanya yang pada umumnya berwarna putih tulang.




2.      Lanting
Makanan ini merupakan salah satu jenis makanan ringan atau cemilan khas Cilacap. Lanting memiliki bentuk bulat seperti donat namun diameternya lebih kecil, terkadang ada juga yang berbentuk seperti angka 8 (delapan) namun dalam ukuran yang kecil. Makanan ini memiliki rasa yang gurih dan renyah ketika dimakan. Bahan dasar yang dibutuhkan untuk membuatnya yaitu parutan singkong. Seiring dengan berkembangnya permintaan pasar, lanting yang awalnya hanya memiliki varian rasa bawang saja sekarang telah dikembangkan dan memiliki berbagai varian rasa seperti keju, BBQ, balado, keju pedas, pedas manis, dan jagung.




3.      Rempeyek Yutuk
Rempeyek yutuk merupakan makanan yang berbahan dasar hewan laut yang bernama yutuk yang rasanya mirip dengan udang dan kepiting. Yutuk ini dapat dengan mudah dijumpai digaris pantai Cilacap. Rasa dari rempeyek ini sangat gurih dan renyah, makanan ini sangat cocok sebagai lauk pelengkap ataupun sebagai cemilan saja. Yutuk yang telah dibuat rempeyek akan berwarna oranye kemerah-merahan, inilah daya tarik tersendiri dari rempeyek ini selain dengan rasanya yang gurih dan teksturnya yang kriuk-kriuk ketika dikunyah.




Jadi inilah rekomendasi makanan yang dapat saya berikan, produk-produk makanan yang telah saya sebutkan diatas dapat dibeli di store oleh-oleh khas Cilacap yang tersebar di kota ini. Bagi kalian yang tidak sedang berada di kota Cilacap, kalian juga dapat membelinya lewat online shop karena sekarang telah banyak UMKM yang menyediakan makanan tersebut dalam platform online shop. Selamat mencoba makanan khas Cilacap. Cekap semanten, matur nuwun…

Jumat, 28 Juni 2019

Tradisi Turun Temurun di Kota Cilacap : Sedekah Laut atau Larungan



Tradisi sedekah laut merupakan tradisi yang masih dilestarikan turun temurun dari nenek moyang di Cilacap. Tradisi ini biasanya dilakukan di Pantai Teluk Penyu Cilacap karena memiliki garis pantai yang cukup panjang di sebelah selatan. Acara ini memiliki filosofi untuk membuang kebodohan dan sifat kebinatangan pada manusia. Selain itu, ada juga yang mengartikan jika acara ini mengandung arti sebagai media menunjukan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan apa yang Ia telah berkan dan semoga para nelayan yang sedang mencari nafkah di laut tersebut dapat dimudahkan rezekinya, dilimpahkan keberkahannya, serta memohon untuk diberikan keselamatan ketika mereka bekerja.


Sedekah laut atau larungan merupakan prosesi acara adat yang menghanyutkan kepala kerbau, hasil pertanian, buah-buahan, dan nasi tumpeng. Sesaji tersebut ditaruh didalam perahu kayu kecil yang akan dihanyutkan di laut lepas pantai selatan. Ternyata dengan diadakannya acara adat ini, penghasilan Kota Cilacap menjadi naik sehingga menguntungkan bagi masyarakat kota tersebut dikarenakan banyaknya pengunjung yang antusias untuk menonton upacara adat ini. Walaupun demikian, acara ini hanya dilakukan pada waktu tertentu saja yaitu pada tiap bulan suro menurut kalender orang Jawa dan bertepatan dengan hari jumat kliwon yang disesuaikan dengan kalender Jawa juga.

Sabtu, 22 Juni 2019

Cilacap Pada Masa Kolonial



Cilacap merupakan kabupaten yang termasuk kedalam wilayah Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini berada pada perbatasan dengan Benua Hindia di bagian selatan Pulau Jawa. Karena posisinya yang mudah untuk dijangkau, pada zaman penjajahan Belanda dahulu banyak orang asing yang berkunjung ke Kabupaten Cilacap. Bukti keaktifan Kolonial Belanda pada masa itu adalah berdirinya Benteng Pendem yang berada di sebelah utara Pantai Teluk Penyu, hal ini dikarenakan pantai ini berbatasan langsung dengan Benua Hindia dan akses jalur laut yang mudah untuk dijangkau oleh penjajah.


Bangunan ini didirikan pada tahun 1861 yang digunakan oleh Kolonoal Belanda sebagai tempat pusat markas  pertahanan tentara Hindia Belanda di wilayah selatan Pulau Jawa. Bangunan ini didirikan selama 18 tahun, sejak tahun 1861 hingga 1879 dan beroperasi sampai tahun 1942. Banteng ini juga sempat diambil alih oleh pasukan Jepang pada tahun 1942 hingga ditinggalkan pada tahun 1945 karena kota Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh sekutu.


Alasan banyaknya Kolonial Belanda yang masuk ke dalam wilayah Kabupaten Cilacap adalah adanya akses jalur laut yang cukup mudah untuk dilalui dan wilayah laut yang sepi akan memudahkan Kolonial Belanda untuk masuk ke wilayah ini. Selain itu para Kolonial dapat menetap di wilayah Kabupaten Cilacap juga dikarenakan pada saat itu bangsa Indonesia lebih memfokuskan perhatiannya pada wilayah laut bagian utara Pulau Jawa saja, hal inilah yang menjadikan wilayah laut Pulau Jawa bagian selatan tidak diperhatikan dan tertinggal sehingga mudah bagi Kolonial Belanda untuk memasuki wilayah tersebut.

Potensi Minyak Cilacap

Pada minggu sebelumnya, saya telah membahas mengapa Cilacap dapat dijuluki kota industri. Maka dari itu pada kesempatan kali ini saya akan ...