Jumat, 28 Juni 2019

Tradisi Turun Temurun di Kota Cilacap : Sedekah Laut atau Larungan



Tradisi sedekah laut merupakan tradisi yang masih dilestarikan turun temurun dari nenek moyang di Cilacap. Tradisi ini biasanya dilakukan di Pantai Teluk Penyu Cilacap karena memiliki garis pantai yang cukup panjang di sebelah selatan. Acara ini memiliki filosofi untuk membuang kebodohan dan sifat kebinatangan pada manusia. Selain itu, ada juga yang mengartikan jika acara ini mengandung arti sebagai media menunjukan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan apa yang Ia telah berkan dan semoga para nelayan yang sedang mencari nafkah di laut tersebut dapat dimudahkan rezekinya, dilimpahkan keberkahannya, serta memohon untuk diberikan keselamatan ketika mereka bekerja.


Sedekah laut atau larungan merupakan prosesi acara adat yang menghanyutkan kepala kerbau, hasil pertanian, buah-buahan, dan nasi tumpeng. Sesaji tersebut ditaruh didalam perahu kayu kecil yang akan dihanyutkan di laut lepas pantai selatan. Ternyata dengan diadakannya acara adat ini, penghasilan Kota Cilacap menjadi naik sehingga menguntungkan bagi masyarakat kota tersebut dikarenakan banyaknya pengunjung yang antusias untuk menonton upacara adat ini. Walaupun demikian, acara ini hanya dilakukan pada waktu tertentu saja yaitu pada tiap bulan suro menurut kalender orang Jawa dan bertepatan dengan hari jumat kliwon yang disesuaikan dengan kalender Jawa juga.

Sabtu, 22 Juni 2019

Cilacap Pada Masa Kolonial



Cilacap merupakan kabupaten yang termasuk kedalam wilayah Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini berada pada perbatasan dengan Benua Hindia di bagian selatan Pulau Jawa. Karena posisinya yang mudah untuk dijangkau, pada zaman penjajahan Belanda dahulu banyak orang asing yang berkunjung ke Kabupaten Cilacap. Bukti keaktifan Kolonial Belanda pada masa itu adalah berdirinya Benteng Pendem yang berada di sebelah utara Pantai Teluk Penyu, hal ini dikarenakan pantai ini berbatasan langsung dengan Benua Hindia dan akses jalur laut yang mudah untuk dijangkau oleh penjajah.


Bangunan ini didirikan pada tahun 1861 yang digunakan oleh Kolonoal Belanda sebagai tempat pusat markas  pertahanan tentara Hindia Belanda di wilayah selatan Pulau Jawa. Bangunan ini didirikan selama 18 tahun, sejak tahun 1861 hingga 1879 dan beroperasi sampai tahun 1942. Banteng ini juga sempat diambil alih oleh pasukan Jepang pada tahun 1942 hingga ditinggalkan pada tahun 1945 karena kota Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh sekutu.


Alasan banyaknya Kolonial Belanda yang masuk ke dalam wilayah Kabupaten Cilacap adalah adanya akses jalur laut yang cukup mudah untuk dilalui dan wilayah laut yang sepi akan memudahkan Kolonial Belanda untuk masuk ke wilayah ini. Selain itu para Kolonial dapat menetap di wilayah Kabupaten Cilacap juga dikarenakan pada saat itu bangsa Indonesia lebih memfokuskan perhatiannya pada wilayah laut bagian utara Pulau Jawa saja, hal inilah yang menjadikan wilayah laut Pulau Jawa bagian selatan tidak diperhatikan dan tertinggal sehingga mudah bagi Kolonial Belanda untuk memasuki wilayah tersebut.

Potensi Minyak Cilacap

Pada minggu sebelumnya, saya telah membahas mengapa Cilacap dapat dijuluki kota industri. Maka dari itu pada kesempatan kali ini saya akan ...